Pemeriksaan SGOT dan SGPT

SGOT (serum glutamic-oxaloacetic transaminase) atau disebut juga AST (aspartate transferase) dapat ditemukan di jantung, hati, otot rangka, otak, ginjal, dan sel darah merah. Peningkatan SGOT dapat meningkat pada penyakit hati, infark miokard, pankreatitis akut, anemia hemolitik, penyakit ginjal akut, penyakit otot, dan cedera.

Sedangkan SGPT (serum glutamic-pyruvic transaminase) atau disebut juga dengan ALT (alanine transferase) terutama ditemukan di hati, dan sedikit di ginjal, jantung, dan otot rangka. Penyakit pada jaringan hati menyebabkan ensim ini keluar ke dalam darah, sehinga kadarnya meningkat. Jadi SGPT lebih sensitif dan spesifik pada jaringan hati daripada SGOT. Secara umum, peningkatan SGPT disebabkan oleh penyakit hati. Pada penyakit hati selain dari virus, rasio SGPT/SGOT (DeRitis ratio) <1, sedangkan hepatitis virus rasio SGPT/SGOT >1.

Kedua ensim tersebut bisa meningkat tanpa adanya penyakit yang mendasari, seperti latihan atau olahraga yang berlebihan, sebelumnya dilakukan suntikan intramuskuler, dan pemberian obat-obatan.

Kadar normal SGOT: 4-35 unit/L; SGPT: 4-36 unit/L (bervariasi tergantung laboratorium yang memeriksa)

 

Sumber: Diagnostic and Laboratory Test Reference, 2009

About these ads

Satu Tanggapan

  1. mw tanya apa sajakah obat yg bs menaikkan level OT/PT scr significan? apakah pemakaian gabapentin bisa menaikkan kadar ot/pt?trims ms..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.436 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: