Pemeriksaan Serologi pada Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati yang angka kejadiannya tinggi dan dapat menimbulkan masalah kronis seperti sirosis hepatis dan kanker hati. Diagnosis hepatitis B dikerjakan dengan melakukan tes terhadap beberapa marker serologis dari virus hepatitis B dan dengan menambahkan tes tambahan untuk menyingkirkan penyebab lain seperti virus hepatitis A dan C. Sedangkan untuk penyaring, cukup dilakukan pemeriksaan HBsAg dan Anti HBs.

 

Skema marker serologi hepatitis B (Fauci et al, 2008)

 

HBs Ag

Jika positif, pasien dianggap terinfeksi hepatitis B. Pengulangan tes setelah 6 bulan untuk menentukan infeksi telah sembuh atau kronik. HBsAg positif setelah 6 bulan tetap terdeteksi dalam darah selama lebih dari enam bulan berarti telah menjadi kronis.

Anti HBs

Jika positif, pasien dianggap memiliki kekebalan terhadap hepatitis B  (baik karena infeksi yang telah sembuh atau karena vaksinasi). Hepatitis B karier kronis dapat menunjukkan HBsAg dan Anti HBs positif.  positif untuk HbsAg dan anti HBs pada saat yang bersamaan, tetapi hal ini sangat jarang terjadi (<1%). Jika negatif pasien belum memiliki kekebalan terhadap virus hepatitis B

HBeAg

HBeAg positif berhubungan dengan tingkat infeksi yang tinggi dan pada karier kronik dengan peningkatan resiko sirosis. Tes ini dapat digunakan untuk mengamati perkembangan hepatitis B kronik.

HBV DNA

HBV DNA positif menunjukkan infeksi aktif, bergantung pada  viral load (jumlah virus). Tes ini dapat digunakan untuk mengetahui prognosis dan keberhasilan terapi.

Anti HBc

Jika positif, pasien telah terinfeksi oleh VHB. Infeksi telah sembuh (HBsAg negatif) atau masih berlangsung (HBsAg positif). Jika infeksi telah sembuh,  pasien dianggap  mempunyai kekebalan alami terhadap infeksi VHB. IgM anti HBc mungkin menjadi satu-satunya marker yang dapat terdeteksi selama masa window period ketika HbsAg dan anti-HBs masih negatif.

Anti HBe

Umumnya Anti HBe positif dengan HBeAg negatif menunjukkan tingkat replikasi virus yang rendah. Namun hal ini tidak berlaku pada virus hepatitis B mutan.

Pemeriksaan tambahan

Anti HCV dan Anti HAV untuk menyingkirkan adanya infeksi hepatitis C dan A.

Semoga bermanfaat

 

Dari berbagai sumber

About these ads

Satu Tanggapan

  1. Dok, saya mau tanya belakangan ini saya mempunyai keluhan sakit pada punggung dan cepat mengalami kelelahan. apakah ini adalah gejala penyakit ginjal!, karena urin saya berwarna kuning dan berbuih.

    dan untuk hasil USG:
    Ginjal & KE terlihat normal tak tampak batu, prostat tak membesar, Hepar tak tampak ascites/effuse pleura. terkesan Hepatitis Akut

    Berikut Hasil lab
    Seromarker:
    Anti HBs Positif (titer: 127,6), IgM ANTI HAV Positif (Titer: 4,90) HBs Ag Negatif.
    Enzim:
    CHE (cholin esterase): 8964
    Faal Hati:
    Albumin 3,3, Globulin 4,7

    Pertanyaan saya apakah keluhan saya itu adalah sakit hepatitis? dan hepatitis dalam golongan hepatitis apa? apakah bisa disembuhkan? dan apakah saya dapat menularkan dan seperti apa penularannya?
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas respon dan jawabannya

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.433 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: