Neutrofil dengan Granulasi Toksik Menandakan Infeksi

Selain perubahan dari segi kuantitas atau jumlah, perubahan morfologi dari leukosit juga perlu diperhatikan. Salah satu perubahan morfologi yang cukup sering ditemui adalah granulasi toksik dari neutrofil.

Granulasi toksik (Greer et al., 2009)

Kita lihat dari gambar di atas, granulasi toksik merupakan granula sitoplasma dari neutrofil yang berwarna biru gelap atau ungu pada tahap metamielosit, stab, atau segmen. Seringkali granulasi toksik ini ditemukan pada pasien dengan infeksi yang berat. Coba kita bandingkan dengan neutrofil pada orang sehat di bawah ini.

Neutrofil normal (Greer at al., 2009)

 Contohnya pada neutrofil yang saya temui pada salah satu pasien yang mengalami peningkatan jumlah leukosit dengan jumlah neutrofil sekitar 85%. Setelah dibuat hapusan darah tepi, banyak sekali ditemukan neutrofil dengan granula toksik. Kemudian di crosscheck dengan kondisi pasien, ternyata pasien memang sedang dalam keadaan sepsis.

Granulasi toksik pada pasien sepsis

Pada pasien ini, selain ditemukan granulasi toksik, juga ditemukan vakuolisasi sitoplasma. Adanya vakuolisasi sitoplasma ini dikatakan spesifik terhadap terjadinya infeksi, dan jika ditemukan bersama dengan toksik granulasi lebih mengarah kepada terjadinya infeksi sistemik.

Granulasi toksik dengan vakuolisasi sitoplasma

Semoga bermanfaat.

Sumber: Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods 21st ed.

Hapusan Darah pada Leukemia Mieloid Kronis (CML)

Leukemia mieloid kronis (CML) merupakan penyakit mieloproliferatif yang ditandai  oleh proliferasi sel mieloid yang berlebihan dengan kemampuan diferensiasi yang masih baik. Terdapat fase kronis dimana pasien tidak menunjukkan gejala klinis. Hal inilah yang sering menyebabkan pasien tidak terdiagnosis lebih awal. Biasanya diagnosis pada fase ini ditemukan kebetulan pada saat dilakukan hapusan darah tepi pada saat pemeriksaan darah karena alasan lain. Setelah beberapa lama fase kronis, hampir semua pasien masuk ke fase akut atau krisis blast (sel muda) dengan tingkat kematian yang lebih tinggi akibat leukemia akut atau berbagai komplikasinya.

Lantas bagaimana cara mendiagnosa pasien dengan CML? Selain melihat gejala dan tanda klinisnya, kita dapat mendiagnosisnya menggunakan hapusan darah tepi. Hal ini tentunya lebih mudah terutama bagi klinisi yang berada di daerah atau sedang PTT tanpa akses pemeriksaan aspires sumsum tulang.

Apa saja yang dapat dilihat dari hapusan darah perifer penderita CML?

Dari hapusan darah di atas, sekilas sudah bisa kita lihat tedapat peningkatan jumlah leukosit yang signifikan. Peningkatan ini pun disertai gambaran leukosit yang berbagai macam bentuknya seperti pasar malam, apa saja ada.

Di atas dapat kita lihat adanya basofil dan berbagai seri mieloid seperti netrofil segmen, netrofil stab, mielosit, metamielosit, dan promielosit.

Peningkatan jumlah eosinofil (sitoplasma berwarna merah) juga dapat ditemukan pada hapusan darah tepi pasien CML.

Sedangkan hapusan darah seperti di atas dapat kita temukan pada pasien CML yang telah mengalami kriss blast. Dapat kita lihat adanya sel muda dari seri mieloid yang berada pada darah tepi, juga disertai adanya seri mieloid yang lain seperti eosinofil, neutrofil, dan metamielosit.

Dari beberapa gambar di atas dapat kita lihat bahwa hapusan darah tepi dari seorang penderita CML sangat khas dengan adanya semua seri mieloid dengan jumlah yang meningkat. Hal ini menggambarkan peningkatan proliferasi sel dan diferensiasi sel yang masih baik, dan berkurangnya apoptosis (kematian sel terprogram).

Semoga bermanfaat

 

Hapusan Anemia Defisiensi Fe

Gambaran morfologi dari anemia defisiensi besi dapat kita lihat dari hapusan darah di bawah ini. Ukuran eritrosit berbeda-beda cenderung lebih kecil dari normal (mikrositik).  Kita lihat juga adanya hipokrom.

Dari pembesaran 1000x dapat kita lihat lebih jelas morfologi dari sel darah merah. Terdapat bentukan eritrosit yang gepeng berbentuk seperti pensil (pencil cells atau cigar cells).

Sedangkan dari pemeriksaan BMP yang perlu dilihat adalah cadangan Fe, dimana pada penderita anemia defisiensi besi cadangan Fe nya negatif. Pada hapusan di bawah bisa kita lihat tidak ada warna kebiruan atau kehijauan yang menandakan cadangan Fe.

Contoh pemeriksaan BMP pada orang normal yang cadangan Fe nya positif

Semoga bermanfaat..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.434 pengikut lainnya.