Obat Generik

Karena terlambat bangun pagi itu, Sulung tidak sempat sarapan. Menjelang pulang sekolah dia merasa pusing dan perutnya mual, lalu ia diantar oleh teman-temannya ke dokter didekat sekolahnya.

Dokter menyuruh Sulung berbaring dan memeriksa mulutnya.

“Saya sakit maag dokter,kenapa yang diperiksa mulut saya?” tanya Sulung.

“Saya hanya mau lihat sisa makanan yang terselip di gigi kamu. Kalau itu daging, saya berikan obat paten, tetapi kalau hanya sisa ikan asin, terpaksa saya berikan obat generik saja.”

Logic Thinker

Barusan baca-baca lagi humor jadul favorit saya.iseng-iseng saya post.. 🙂

Pada suatu hari di sebuah bar, masuklah seorang lelaki berpakaian perlente dan memesan minuman. Sang bartender yang melihat mahluk keren tersebut tertarik dan bertanya:

“Apa pekerjaan Anda?”

“Saya seorang Konsultan Manajemen!” jawab lelaki tersebut.

“Wah Anda hebat. Tapi saya belum jelas, sebenarnya apa sih yang dikerjakan oleh seorang konsultan itu?” tanya bartender.

“Oh, pada prinsipnya konsultan itu adalah seorang logic thinker”.

Si bartender bingung dan bertanya lebih lanjut, “Apa yang bisa dilakukan oleh logic thinker?”

“Wah susah menerangkannya, soalnya memang bukan pekerjaan yang lazim, tapi saya akan kasih Anda contoh praktis saja biar jelas. Sekarang anggap saja saya konsultan Anda, oke?”

“Oke,” jawab bartender.

“Begini, pertama-tama saya perlu bertanya dulu, apakah Anda punya akuarium?” tanya konsultan.

“Ya, saya punya akuarium besar sekali di rumah.”

“Nah kalau Anda punya akuarium, logisnya Anda punya ikan kan?”

“Jelas. Saya punya berbagai jenis ikan.”

“Kalau Anda punya ikan, logikanya Anda itu sayang binatang.”

“Benar sekali, saya sangat sayang pada binatang”

“Kalau pada binatang aja Anda sayang, apalagi pada anak Anda!!! Anda pasti sangat menyayangi anak Anda.”

“Betul sekali (kegirangan), saya mencintai anak saya lebih dari ikan.”

“Nah logisnya, jika punya anak pasti punya istri,” lanjut konsultan.

“Anda kok tahu? saya memang punya istri yang cantik jelita.”

“Tentu saja saya tahu, itu semua logis saja. Nah sekarang kesimpulannya, jika Anda punya istri dan anak, berarti Anda tidak impoten!!! Betul?”

“Seratus persen betul, saya tidak impoten.”

“Nah begitulah kira-kira logic thinker itu.”

“Ooo, jadi begitu to? Saya mengerti sekarang,” kata bartender takjub.

Lelaki berprofesi konsultan tersebut akhirnya pergi.

Sesaat kemudian datanglah teman si bartender dan bertanya, “Kamu tadi kok asyik sekali, ngobrol apa sih?”

“Tadi itu seorang konsultan. Saya diajari pekerjaan konsultan sebagai logic thinker.”

“Apa itu logic thinker?” tanya si teman.

“Wah, susah menjelaskannya,soalnya bukan pekerjaan yang lazim sih. Saya berikan contoh prakteknya saja ya (lagaknya kumat). Begini lho, pertama-tama saya perlu bertanya dahulu, kamu punya akuarium nggak?”

“Nggak punya tuh!”

“OOO… kalau begitu,kesimpulannya berarti kamu IMPOTEN!!!”

“??!@%^*@”

Dokter Ahli

Dalam sebuah konferensi, seorang dokter laki-laki dan seorang dokter perempuan saling melirik. Sampai kemudian dokter laki-laki mengajak dokter perempuan makan malam dan ia menerima. Saat mereka duduk makan malam di sebuah restoran, dokter perempuan permisi pergi mencuci tangannya.

Setelah makan malam, akhirnya sampailah mereka di ranjang kamar hotel dokter perempuan. Ketika suasana mulai menjadi hangat, dokter perempuan lagi-lagi pergi mencuci tangannya. Setelah itu mulailah mereka tidur bersama.Setelah itu, dokter perempuan kembali mencuci tangannya.

Ketika selesai, dokter laki-laki berkata, “Berani taruhan pasti kamu dokter bedah.” “Betul, tahu dari mana?” jawab dokter perempuan. “Mudah, kamu kan selalu mencuci tangan.”

Kemudian dokter perempuan berkata, “Berani taruhan kamu pasti ahli anestesi.” “Wow, bagaimana kamu tahu?” kata dokter laki-laki itu. “Saya tidak merasakan apa-apa tadi.”

Karakter Manusia Berdasarkan Kentutnya

Weekend gini post yang enteng-enteng aja. Sebenarnya udah lama banget liat jokes ini. Cuma baru aja baca lagi dan sharing aja disini..hehehe..

Karakter manusia berdasarkan kentutnya :

1.   Orang Tidak jujur : Orang yang kalau kentut lalu menyalahkan orang lain.
2.   Orang Bego : Orang yang menahan kentutnya sampai berjam-jam.
3.   Orang Berwawasan luas : Orang yang tahu kapan harus kentut.
4.   Orang Sengsara : Orang yang ingin kentut tapi tidak bisa kentut.
5.   Orang Misterius : Orang yang kalau kentut, orang lain tidak ada yang tahu.
6.   Orang Gugup : Orang yang tiba-tiba menahan kentutnya saat lagi kentut.
7.   Orang yang Percaya Diri : Orang yang selalu mengira kalau kentutnya bau harum.
8.   Orang Sadis : Orang yang kalau kentut di ranjang terus dikibaskan spreinya ke ranjang orang lain.
9.   Orang Pemalu : Orang yangkalau kentut tidak bunyi tapi lalu merasa malu sendiri.
10. Orang yang Strategis : Orang yang menyembunyikan kentutnya dengan tertawa
terbahak-bahak biar orang lain tidak dengar.

11. Orang Bodoh : Orang yang kalau habis kentut menghirup nafas untuk mengganti kentutnya yang keluar.
12. Orang Pelit : Orang yang kalau kentut di keluarkan dikit-dikit, sampai bunyi “tit-tit-tit”
13. Orang Sombong : Orang yang sering mencium kentutnya sendiri
14. Orang Ramah : Orang yang senang mencium kentutnya orang lain.
15. Orang yang Ga gaul : Orang yang kalau kentut sembunyi.
16. Orang Akuatik : Orang kalau kentut di dalam air sampai bunyi “blekuthuk- blekuthuk”
17. Orang Atletis : Orang kalau kentut sambil mengeluarkan tenaga dalam.
18. Orang Jujur : Orang yang mengaku kalau habis kentut
19. Orang Pinter : Orang yang bisa menandai bau kentutnya orang lain.
20. Orang Sial : Orang yang kalau kentut keikutan ampasnya.

dikutip dari tololpedia.wikia.com

Lebih Lama

Pasien bernama Gunawan Sukoco yang terkenal pelit bertanya pada dokter gigi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencabut giginya.

“Hanya sepuluh detik,” sahut dokter

“Lalu berapa biayanya?”

“Seratus ribu rupiah.”

“Seratus ribu rupiah? Untuk pekerjaan yang hanya sepuluh detik?”

“Hmmm…” kata dokter dengan tenangnya, “kalau Bapak mau, saya bisa mencabut gigi itu lebih lama…”

Dokter Sekarat

Seorang dokter tua terbaring sekarat di ranjang rumah sakit. Dia dikelilingi istri dan anak-anaknya.

“Sarah, apakah kau disitu?”

“Ya suamiku, aku tidak pernah meninggalkanmu,” jawab istrinya sambil terisak menangis

“Kamu Sulung, apakah kau disitu?”

“Ya ayah aku di sisimu,” jawab si sulung

“Daru, apakah kau disitu?”

“Pasti ayah,” ujar anak kedua

Si dokter tua memanggil anak ketiga, “Koco, apakah kau di situ?”

“Ya ayah, aku di sini.”

Sejurus kemudian hanya terdengar napas si dokter tua tersengal-sengal. Pertanyaan dokter kembali memecahkan keheningan, “Erik, apakah kau di situ?”

“Ya tuan, saya di sini,” sopernya menjawab dengan tegas.

“Lho kalau kalian semua di sini, lalu siapa yang jaga klinik?” teriak si dokter berupaya bangkit dari ranjangnya.