Metode Pengecatan Hemosiderin (Prussian-blue)

Melanjutkan tulisan saya beberapa hari sebelumnya  (Gambaran Cadangan Besi pada Aspirasi Sumsum Tulang), kali ini saya akan menuliskan tentang metode pengecatan hemosiderin.

Hemosiderin yang bertindak sebagai cadangan besi terutama di dalam makrofag sumsum tulang akan bereaksi dengan potassium ferrocyanide membentuk ferriferrocyanide yang berwarna biru. Reaksi ini merupakan dasar dari reaksi Prussian-blue yang positif (Perl’s reaction).

Metode pengecatan hemosiderin yang dikerjakan di tempat kami, Laboratorium Sentral RSUD Saiful Anwar Malang, berdasarkan referensi dari  Dacie and Lewis Practical Haematology. Berikut langkah-langkahnya:

1. biarkan preparat sumsum tulang kering terlebih dahulu

2. fiksasi dengan methanol selama 10-20 menit

Bahan Pengecatan

Bahan Pengecatan

3. campurkan 10 g/l larutan potassium ferrocyanide dalam 0,1 mol/l HCl dalam volume yang sama (masing-masing sekitar 1,5 cc), sampai membentuk warna biru muda/tosca.

ferriferrocyanide

ferriferrocyanide

4. masukkan preparat ke dalam campuran larutan tersebut dan diamkan selama 10 menit

5. cuci dengan air selama 20 menit

6. lakukan pengecatan dengan eosin (sebagai counterstain) selama 10-15 detik.

Preparat besi

Preparat besi

 

Semoga bermanfaat

Sumber: Dacie and Lewis Practical Haematology 11th edition

Gambaran Cadangan Besi pada Aspirasi Sumsum Tulang

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun blog ini tidak terurus karena kesibukan saya studi, insyaAllah ke depannya akan coba saya isi lagi. Kali ini saya mulai dengan tulisan yang ringan saja mengenai pengecatan besi (hemosiderin) pada apusan aspirasi sumsum tulang (BMA).

Pengecatan besi pada apusan BMA merupakan standar emas dalam diagnosis anemia defisiensi besi, tapi tidak mutlak dilakukan karena prosedur BMA yang invasif. Anemia defisiensi besi bisa ditegakkan dengan pemeriksaan darah lengkap, apusan darah, SI, dan TIBC. Pengecatan besi biasa dikerjakan sebagai pemeriksaan tambahan pada pasien yang memiliki indikasi untuk dilakukan BMA.

Cadangan besi yang kosong bisa ditemukan mulai dari tahapan eritropoiesis defisiensi besi sampai anemia defisiensi besi, sedangkan pada tahap deplesi besi cadangan besi masih ada. Gambaran cadangan besi yang positif pada aspirasi sumsum tulang ditunjukkan dengan warna biru kehijauan pada matriks sumsum tulang, bisa dilihat pada gambar berikut:

Cadangan Besi Positif

Cadangan Besi Positif

Cadangan Besi Positif

Cadangan Besi Positif

 

Gambar cadangan besi yang negatif bisa dilihat pada gambar di bawah. Dapat kita lihat perbedaannya dengan yang positif. Apusan yang negatif tidak ada warna biru kehijauan, sebagian besar hanya berwarna merah kecoklatan.

Cadangan Besi Negatif

Cadangan Besi Negatif

Cadangan Besi Negatif

Cadangan Besi Negatif

 

Semoga bermanfaat.

Hapusan Anemia Defisiensi Fe

Gambaran morfologi dari anemia defisiensi besi dapat kita lihat dari hapusan darah di bawah ini. Ukuran eritrosit berbeda-beda cenderung lebih kecil dari normal (mikrositik).  Kita lihat juga adanya hipokrom.

Dari pembesaran 1000x dapat kita lihat lebih jelas morfologi dari sel darah merah. Terdapat bentukan eritrosit yang gepeng berbentuk seperti pensil (pencil cells atau cigar cells).

Sedangkan dari pemeriksaan BMP yang perlu dilihat adalah cadangan Fe, dimana pada penderita anemia defisiensi besi cadangan Fe nya negatif. Pada hapusan di bawah bisa kita lihat tidak ada warna kebiruan atau kehijauan yang menandakan cadangan Fe.

Contoh pemeriksaan BMP pada orang normal yang cadangan Fe nya positif

Semoga bermanfaat..

Beda Hasil Laboratorium Anemia Kurang Besi dan Anemia karena Penyakit Kronis

Anemia kurang besi dan anemia karena penyakit kronis adalah dua dari beberapa diagnosa banding gejala anemia. Keduanya perlu dibedakan karena penatalaksanaannya berbeda. Untuk membedakannya, selain dari wawancara dan pemeriksaan fisik dari dokter, tidak jarang pula diperlukan beberapa pemeriksaan laboratorium.

Pada hapusan darah dapat dibedakan dari morfologi sel darah merah. Apabila pada anemia kurang besi sel darah merahnya hipokromik mikrositik, sedangkan pada anemia karena penyakit kronis normokrom normositik. Akan tetapi perlu diingat bahwa pada fase awal anemia kurang besi masih normokrom normositik, dan sekitar 30-40% pasien dengan anemia karena penyakit kronis menunjukkan sel darah merah hipokrom mikrositik.

Pemeriksaan laboratorium yang lain bisa dilihat pada tabel berikut :

 

Cadangan Fe yang dilihat melalui pemeriksaan BMP merupakan gold standard dalam diagnosa anemia kurang besi.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan mendiagnosa penyakit hanya dari satu parameter, tetapi perhatikan parameter yang lain.

Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

 

Beda Hasil Lab Thalassemia & Defisiensi Fe

Terkadang penderita thalassemia, terutama yang ringan (thalassemia beta trait), sering salah terdiagnosa sebagai anemia defisiensi Fe. Hal ini dikarenakan gejala yang dialami penderita dan gambaran laboratorium, terutama hapusan darah yang hampir sama.

Berbeda dengan thalassemia mayor dengan gejala yang muncul anemia berat sampai facies mongoloid dan gambaran hapusan darah yang sangat bervariasi, pada thalassemia trait, gejala yang timbul kebanyakan hanya berupa anemia ringan dengan gambaran hapusan darah hipokrom mikrositik. Sehingga seringkali kita kesulitan membedakan dan terkadang misdiagnosa.

Untuk meminimalisir kesalahan tersebut, ada sedikit perbedaan yang perlu kita ketahui :

1. kita lihat bagaimana hasil serum iron, TIBC, dan ferritin. Pada thalassemia trait hasil ketiga lab tersebut normal, sedangkan pada anemia defisiensi Fe serum iron dan ferritin mengalami penurunan dan TIBC naik.

2. Dihitung berapakah Mentzer Indexnya. Didapat dari pembagian MCV dengan jumlah eritrosit (MCV/RBC). Apabila hasilnya >13 berarti anemia defisiensi Fe, sedangkan bila <13 berarti thalassemia beta trait.

Semoga bermanfaat.

sumber : Manual Clinical of Hematology