Pemeriksaan NS1 untuk diagnosis Demam Berdarah Dengue

 

Bulan Januari-Februari ini banyak sekali kasus demam berdarah yang terjadi. Angka kasus rawat inap di RS tempat saya bekerja dengan diagnosis demam berdarah meningkat drastis, bahkan angka kematian akibat sindroma renjatan dengue pun cukup tinggi. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah pemeriksaan laboratorium penunjang untuk diagnosis demam berdarah dengue. Peningkatan yang cukup signifikan adalah jumlah permintaan darah lengkap dan penanda antibodi terhadap dengue yaitu IgG dan IgM dengue, sampai lebih dari dua kali lipat. Tidak itu saja, permintaan terhadap pemeriksaan NS1 yang notabene cukup mahal juga meningkat. Sehingga pada artikel kali ini saya akan coba sedikit membahas tentang pemeriksaan NS1 pada penyakit demam berdarah dengue, sehingga pemeriksaan yang diminta ini lebih efektif.

Struktur Virus Dengue

Struktur Virus Dengue

Antigen NS1 (non structural-1) merupakan salah satu antigen protein yang dihasilkan oleh virus dengue dan berperan dalam replikasi virus. Antigen ini dihasilkan oleh virus pada hari pertama demam dan turun sampai tidak terdeteksi kadarnya pada hari ke 5-6, sehingga ditemukannya NS1 pada darah kita merupakan salah satu deteksi awal adanya infeksi virus dengue.  Pemeriksaan ini hanya mendeteksi keberadaan virus pada tubuh kita, sehingga tidak bisa membedakan apakah infeksi dengue yang terjadi adalah primer atau sekunder, juga tidak bisa membedakan serotipe virus dengue. Pemeriksaan terhadap antigen NS1 ini menggunakan metode ELISA dan ICT, dengan kebanyakan laboratorium menggunakan metode ICT karena lebih cepat dan mudah dikerjakan.

 

Petanda Diagnosis Dengue

Petanda Diagnosis Dengue

Jadi apabila curiga demam berdarah dengue pada pasien dengan panas pada hari 1-3, maka bisa dilakukan pemeriksaan NS1. Bila panas dikeluhkan sudah lebih dari 5 hari, maka pemeriksaan NS1 sudah tidak relevan lagi diminta karena hasilnya kemungkinan besar negatif. Pilihan pemeriksaan pada panas di atas 5 hari adalah IgG dan IgM dengue.

Semoga bermanfaat.

 

Pemeriksaan IgG dan IgM pada Demam Berdarah Dengue

Pemeriksaan antibodi IgG dan IgM yang spesifik berguna dalam diagnosis infeksi virus dengue. Kedua antibodi ini muncul 5-7 hari setelah infeksi. Hasil negatif bisa saja muncul mungkin karena pemeriksaan dilakukan pada awal terjadinya infeksi. IgM akan tidak terdeteksi 30-90 hari setelah infeksi, sedangkan IgG dapat tetap terdeteksi seumur hidup. IgM yang positif memiliki nilai diagnostik bila disertai dengan gejala yang mendukung terjadinya demam berdarah. Pemeriksaan IgG dan IgM ini juga bisa digunakan untuk membedakan infeksi dengue primer atau sekunder.

(Halstead, 2008)

Dengue primer

Dengue primer terjadi pada pasien tanpa riwayat terkena infeksi dengue sebelumnya. Pada pasien ini dapat dideteksi IgM muncul secara lambat dengan titer yang rendah.

Dengue Sekunder

Dengue sekunder terjadi pada pasien dengan riwayat paparan virus dengue sebelumnya. Kekebalan terhadap virus dengue yang sama atau homolog muncul seumur hidup. Setelah beberapa waktu bisa terjadi infeksi dengan virus dengue yang berbeda. Pada awalnya akan muncul antibodi IgG, sering pada masa demam, yang merupakan respon memori dari sel imun. Selain itu juga muncul respon antibodi IgM terhadap infeksi virus dengue yang baru.

Untuk mudahnya bisa dilihat pada tabel di bawah :

Selain itu juga bisa digunakan rasio IgM/IgG. Rasio > 1,8 lebih mendukung infeksi dengue primer, sedangkan raso ‚ȧ 1,8 lebih ke arah infeksi dengue sekunder.

Semoga bermanfaat

Sumber: Dengue, Tropical Medicine: Science and Practice