Sekilas tentang Carpal Tunnel Syndrome

Mendengar judul tulisan ini mungkin ada yang terasa asing, apa itu Carpal Tunnel Syndrome. Atau mungkin juga banyak yang telah mengetahuinya, karena begitu saya coba googling, banyak sekali info yang bisa kita dapatkan. Di balik nama yang keren ini, ternyata sebagian kecil dari kita secara tidak sadar telah menderita penyakit ini. Di salah satu sumber dikatakan bahwa resiko kita menderita penyakit ini sampai sebesar 1:10. Pada saat saya mengikuti pengobatan massal gratis, saya juga seringkali menemukan kasus ini, jadi iseng aja coba membahas sedikit aja tentang CTS. Untuk info lebih lengkap banyak sekali situs yang telah membahas. Bahkan wikipedia pun cukup jelas membahasnya.

Penyakit ini disebabkan karena terjepitnya nervus medianus di sela-sela pergelangan tangan (lebih tepatnya pada suatu terowongan bernama carpal tunnel). Gejala yang muncul seperti rasa kebas atau kesemutan, rasa nyeri, atau rasa terbakar di daerah telapak tangan, terutama pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Gejala ini terutama muncul pada saat malam hari, karena kita cenderung menekuk pergelangan tangan pada saat tidur yang dapat menekan daerah carpal tunnel.

Penyebabnya bisa idiopathic (tidak diketahui), dicurigai berhubungan dengan faktor genetik, berhubungan dengan kerja terutama yang membutuhkan gerakan pergelangan tangan yang berulang-ulang atau dalam jangka waktu lama, contohnya pada kegiatan sehari-hari adalah posisi kita yang salah pada saat menggunakan mouse PC. Sedangkan di desa kebanyakan karena gerakan mengucek pakaian saat mencuci, gerakan membatik, dan gerakan mengulek (bingung bahasa indonesianya apa,hehehe..),  dan berhubungan dengan penyakit lain, seperti DM, myxodema, trauma, keganasan, dan tumor.

Tes yang dapat kita lakukan sendiri ada 2, yaitu :

1. Tinel’s sign

dilakukan dengan cara mengetukkan ujung jari telunjuk kita yang tidak sakit ke permukaan pergelangan tangan kita yang sakit. curigai bila terasa rasa nyeri yang menjalar ke jari.

2. Phalen’s maneuver

Dilakukan dengan cara menekuk kedua pergelangan tangan seperti di gambar. Kedua pergelangan saling ditekan secara gentle. Curigai bila terasa nyeri atau kebas yang menjalar.

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasinya adalah simptomatis dengan obat-obatan penghilang rasa nyeri dan fisioterapi. Sedangkan secara definitifnya adalah dengan tindakan bedah. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada video yang saya dapatkan dari Youtube.com.

Salah satu tips hasil saya googling, adalah dengan memperbaiki posisi kita pada saat menggunakan mouse. Bisa dilihat pada gambar di bawah :

Semoga bermanfaat..

dari berbagai sumber

Diagnosa Diabetes Mellitus

Kriteria diagnosa Diabetes Mellitus atau kencing manis adalah sbb :

1. Gejala (+)  & Glukosa Darah Sewaktu (GDS) > 200 mg% (11.1 mmol/L)

atau

2. Glukosa Darah Puasa (GDP) ³ 126 mg% (7.0 mmol/L)

atau

3. Glukosa Darah 2 jam Post Prandial  ³ 200 mg/dl during OGTT

Gejala (+) diantaranya :

1. Berhubungan dengan osmotic dieresis

–          Polyuria (banyak kencing)

–          Haus dan Polydipsia (banyak minum)

–          Penglihatan kabur

–          Dehidrasi

2. Berhubungan dengan kurangnya insulin

–          Hiperglikemia dengan glukosuria (terdapat glukosa pada urine) yang massive

–          Kelelahan ekstrim

–          Penurunan berat badan

–          Ketosis, ketoasidosis

3. Berhubungan dengan penurunan imunitas

–          Infeksi kulit

–          Gatal-gatal pada daerah kemaluan

4. Berhubungan dengan penurunan kalori

–          Meningkatnya nafsu makan

–          Penurunan berat badan

Untuk mudahnya, bila Anda telah merasakan tiga gejala berikut, lebih baik segera periksakan diri Anda.

  1. Polyuria (banyak kencing); terutama pada malam hari sehingga menyebabkan Anda terbangun dari tidur
  2. Polydipsia (banyak minum); Anda terasa lebih haus dari biasanya
  3. Berat badan menurun.

Di artikel selanjutnya akan coba saya bahas tentang tata cara dan persiapan pemeriksaan kadar glukosa darah.