Obat Generik

Karena terlambat bangun pagi itu, Sulung tidak sempat sarapan. Menjelang pulang sekolah dia merasa pusing dan perutnya mual, lalu ia diantar oleh teman-temannya ke dokter didekat sekolahnya.

Dokter menyuruh Sulung berbaring dan memeriksa mulutnya.

“Saya sakit maag dokter,kenapa yang diperiksa mulut saya?” tanya Sulung.

“Saya hanya mau lihat sisa makanan yang terselip di gigi kamu. Kalau itu daging, saya berikan obat paten, tetapi kalau hanya sisa ikan asin, terpaksa saya berikan obat generik saja.”

Dokter Ahli

Dalam sebuah konferensi, seorang dokter laki-laki dan seorang dokter perempuan saling melirik. Sampai kemudian dokter laki-laki mengajak dokter perempuan makan malam dan ia menerima. Saat mereka duduk makan malam di sebuah restoran, dokter perempuan permisi pergi mencuci tangannya.

Setelah makan malam, akhirnya sampailah mereka di ranjang kamar hotel dokter perempuan. Ketika suasana mulai menjadi hangat, dokter perempuan lagi-lagi pergi mencuci tangannya. Setelah itu mulailah mereka tidur bersama.Setelah itu, dokter perempuan kembali mencuci tangannya.

Ketika selesai, dokter laki-laki berkata, “Berani taruhan pasti kamu dokter bedah.” “Betul, tahu dari mana?” jawab dokter perempuan. “Mudah, kamu kan selalu mencuci tangan.”

Kemudian dokter perempuan berkata, “Berani taruhan kamu pasti ahli anestesi.” “Wow, bagaimana kamu tahu?” kata dokter laki-laki itu. “Saya tidak merasakan apa-apa tadi.”

Dokter juga bisa Stress

Jangan dikira seorang yang berprofesi dokter selalu sehat dan bisa mengatas masalahnya. Studi menemukan bahwa penyebab kesalahan medis tertinggi pada pasien berasal dari dokter yang stres dan lelah

kelelahan, stres, dan gejala depresi lainnya ternyata merupakan penyebab dokter menjadi “error”. Bahkan studi yang dipimpin oleh Dr. Colin P West, internist dari Mayo Clinic di Rochester USA menemukan bahwa faktor-faktor error tersebut meningkatkan kesalahan medis hingga 3 kali lipat. Padahal kesalahan medis adalah isu penting saat ini. Menurut laporan dari Institute of Medicine, hampir 100.000 orang di Amerika meninggal setiap tahunnya karena kesalahan medis.

West dan rekannya melakukan survei dari tahun 2003-2008 terhadap dokter yang melakukan medical error. Dari 378 dokter yang disurvei, sebanyak 39 persen dokter mengaku melakukan kesalahan karena faktor kelelahan, depresi, stres, rendahnya kualitas hidup, dan kurang tidur.

Di antara faktor-faktor tersebut, West menemukan faktor stres dan lelah sebagai penyebab tertinggi kelelahan medis. Stres dan lelah menyebabkan otak tidak bekerja maksimal dan akhirnya salah mendiagnosa bahkan bisa menyebabkan kematian.

Masalahnya adalah dengan waktu kerja yang sangat padat, tidak ada sistem yang bisa memonitor kesehatan dokter itu sendiri. Apakah ia kelelahan, kurang tidur, stres, atau ada masalah lainnya. Dokter juga perlu sistem yang mengontrol kesehatannya apalagi untuk dokter-dokter yang sudah berusia di atas 60 tahun.

Dalam Journal of the American Medical Association, para dokter disarankan melakukan meditasi, sadar olahraga, dan juga memahami pentingnya menjalani profesi dokter dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu rasa lelah fisik maupun batin bisa diatasi dan pasien pun tidak menjadi korban kesalahan medis. Intinya adalah mengatur jam biologis tubuh dan segera mengatasi rasa lelah agar bisa menangani pasien dengan aman.

dikutip dari “Media Kesehatan”

Alat-Alat Kedokteran Dari Zaman Kuno Yang Seram

1. Tobacco Enema (1750-1810)


Dipergunakan pertama kali dalam hal medis untuk memasukkan asap melalui anus/dubur, alat ini digunakan terhadap para korban tenggelam. Dengan memasukkan asap tembakau melalui anus/dubur, maka dipercaya bahwa korban tenggelam tersebut dapat kembali bernafas setelah pingsan akibat tenggelam

2. Artificial Leech (1840)


Dipergunakan untuk pengobatan penyakit mata dan telinga


3. Double Guillotine (1860)


Dipergunakan untuk mencabut amandel

4. Screw “Gag” (1880-1910)


Dipergunakan untuk membuka paksa mulut pasien

5. Saw (1830-60)


Gergaji yang dipergunakan untuk menggergaji luka yang dianggap telah lemah untuk di operasi

6. Backward “Scissors (1500)


Gergaji ini dipergunakan untuk melakukan operasi untuk amputasi

7. Knive for Cutting (1770)


Pisau dan gunting yang biasa digunakan untuk operasi

8. Manual Trepanation Skull (1800)


Alat yang dipergunakan untuk melubangi tengkorak kepala, untuk operasi organ bagian dalam kepala

9. Tools For Operations On Hemorrhoids And The Uterus (1870)


Rantai yang ada pada alat ini dipergunakan untuk memotong saluran gemmoroidalny site

10. Combating Hernia (1850)


Alat ini akan dimasukkan kedalam area tubuh yang terserang hernia dan akan dibiarkan dalam beberapa minggu, kemudian alat ini akan dikeluarkan, dan luka bekas penggunaan alat ini akan menyembuhkan hernia

11. “Compass” for The Exact Location Bullets In The Body (1915)


Alat yang berbentuk seperti kompas ini akan digunakan untuk menandai tertembak peluru, dengan alat ini letak peluru akan di tandai

12. Tool To Extract The Bullet (1500)


Dengan menggunakan alat ini lah peluru yang menembus masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan

sumber uchihajaka.blogspot.com

Dokter Sekarat

Seorang dokter tua terbaring sekarat di ranjang rumah sakit. Dia dikelilingi istri dan anak-anaknya.

“Sarah, apakah kau disitu?”

“Ya suamiku, aku tidak pernah meninggalkanmu,” jawab istrinya sambil terisak menangis

“Kamu Sulung, apakah kau disitu?”

“Ya ayah aku di sisimu,” jawab si sulung

“Daru, apakah kau disitu?”

“Pasti ayah,” ujar anak kedua

Si dokter tua memanggil anak ketiga, “Koco, apakah kau di situ?”

“Ya ayah, aku di sini.”

Sejurus kemudian hanya terdengar napas si dokter tua tersengal-sengal. Pertanyaan dokter kembali memecahkan keheningan, “Erik, apakah kau di situ?”

“Ya tuan, saya di sini,” sopernya menjawab dengan tegas.

“Lho kalau kalian semua di sini, lalu siapa yang jaga klinik?” teriak si dokter berupaya bangkit dari ranjangnya.