Tingkatan Hipertensi

Di sekitar kita banyak sekali orang-orang yang menderita hipertensi. Entah itu kerabat, kakek, nenek, orang tua, tetangga, atau teman kerja kita. Saking banyaknya, dikatakan bahwa penderita hipertensi di seluruh dunia ini berjumlah sekitar 1 triliun jiwa. Jadi tidak ada salahnya kita mengetahui grading/tingkatan dari hipertensi dan penanganannya secara umum.

Grading yang biasanya dipakai adalah grading dari JNC VII. Berikut tabelnya :

Perubahan life style atau gaya hidup di antaranya :

– Menurunkan berat badan. Penurunan berat badan bisa menurunkan tekanan darah 8-10 mmHg

– Diet DASH. Inti diet ini adalah sayur, buah, dan mengurangi lemak)

– Berhenti minum alkohol. Lagipula alkohol haram juga kan.

– Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga secara teratur minimal 3x sehari tergantung kemampuan individual.

– Mengurangi intake garam. Bukan hanya garam dalam arti sebenarnya, tapi juga bahan makanan yang mengandung sodium

– Berhenti merokok. Yang dimaksud dengan berhenti adalah benar-benar berhenti.

Sedangkan terapi obat-obatan lebih baik Anda diskusikan dengan dokter pribadi Anda, karena pemilihan obat antihipertensi untuk tiap individu berbeda. Hal ini tergantung pada profil tiap individu, kondisi kesehatan, penyakit lain yang menyertai, kemungkinan adanya kerusakan target organ, interaksi dengan obat lain, dan tentu saja kondisi keuangan.

Semoga membantu…

Dikutip dari berbagai sumber

Aspirin Malam Hari Menurunkan Tekanan Darah

Para peniliti dari University of Vigo, Spanyol, melaporkan bahwa pemberian aspirin pada malam hari sebelum tidur dapat menurunkan tekanan darah pasien yang berobat jalan dengan prehipertensi. Metode ini bersifat ‘cost-effective’ karena menunda timbulnya hipertensi dan kebutuhan akan obat.

Para peneliti menyelidiki pengaruh aspirin terhadap tekanan darah pasien pada saat berbeda dalam satu hari sesuai dengan masa istirahat pasien, serta dievaluasi secara berobat jalan selama 48 jam sebelum dan setelah 3 bulan intervensi farmakologik.

Tekanan darah tidak berubah setelah intervensi nonfarmakologik atau setelah pemberian aspirin pada saat bangun tidur. Sebaliknya, tekanan darah sistolik menurun sekitar 6 mmHg dan tekanan darah diastolik menurun 3 mmHg pada pasien yang diberi aspirin 100 mg sebelum tidur.

Hampir tiga-perempat pasien (71%) yang menggunakan aspirin malam hari mengalami penurunan tekanan darah sistolik 24 jam minimal 3 mmHg, tetapi hanya 6% yang menunjukkan peningkatan setelah pengobatan. Frekuensi denyut jantung tidak berubah pada semua kelompok pengobatan.

Diduga bahwa pemberian aspirin pada saat akhir siklus aktivitas, tetapi tidak saat bangun, dapat meningkatkan produksi oksida nitrik pada saat aktivitas puncak plasma renin nocturnal. Jadi penurunan aktivitas renin plasma yang makin besar mempunyai efek yang bermanfaat terhadap fungsi endothel serta penghambatan adenoreseptor alfa dan beta saat pemberian aspirin sebelum tidur malam hari, dapat menjelaskan pengaruh intervensi ini terhadap tekanan darah.

Semoga bermanfaat…


dikutip dari “Medical Update”