Masuk Angin?ya kerokan….

Di kalangan masyarakat terdapat mitos bahwa angin bisa masuk melalui pori-pori.  Dengan kerokan, pori-pori terbuka lebar dan mendorong angin untuk leluasa bergerak ke luar.. Benarkah?

Dilihat dari ilmu kedokteran, tidak ditemukan logika pembenaran atas mitos tersebut. Hal itu terkait dengan kemampuan tubuh mempertahankan suhu tubuh. Berapapun temperatur tubuh di luar, suhu tubuh akan tetap pada angka 37 derajat celcius berkat sistem termolegulator. Artinya dugaan masuknya angin melalui pori-pori tidak akan mengganggu suhu tubuh secara tiba-tiba. Tidak terbukti kerokan mempengaruhi fungsi termolegulator.

Kendati demikian, orang yang baru dikerok merasakan perubahan suhu tubuhnya. Banyak yang mengatakan tubuh menjadi lebih hangat. Lebih tepatnya panas, karena kulit punggung digesek berulangkali dengan logam. Begitu pula sehabis kerokan orang akan bersendawa. Hal ini tidak berhubungan dengan mekanisme proses di dalam lambung. Kerokan tidak mempengaruhi asupan dan pengeluaran gas dalam lambung. Jika terjadi sendawa, itu cenderung karena faktor psikis. Seseorang yang masuk angin berusaha mengeluarkan gas di dalam lambung, karena memang sudah penuh.

Lantas kalau sedang masuk angin,  apa yang seharusnya dilakukan? Sebenarnya tidak jelas apa karakteristik masuk angin. Kalau kita merasakan gejala pegal-pegal, badan sakit, dan kembung langsung mengatakan diri terkena masuk angin. Padahal gejala yang beragam itu juga mewakili beragam gangguan pada tubuh. Badan pegal dan sakit bisa jadi awal gejala penyakit flu. Kembung yang dirasakan sebenarnya merupakan gangguan lambung. Jadi lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter pribadi tentang apa yang Anda keluhkan agar dapat mendeteksi dini penyakit dan mencegah menjadi lebih berat. Daripada diobati dengan cara kerokan yang jelas-jelas tidak bermanfaat malah kadang merugikan.

Semoga bermanfaat..

dikutip dari berbagai sumber