Obat Generik

Karena terlambat bangun pagi itu, Sulung tidak sempat sarapan. Menjelang pulang sekolah dia merasa pusing dan perutnya mual, lalu ia diantar oleh teman-temannya ke dokter didekat sekolahnya.

Dokter menyuruh Sulung berbaring dan memeriksa mulutnya.

“Saya sakit maag dokter,kenapa yang diperiksa mulut saya?” tanya Sulung.

“Saya hanya mau lihat sisa makanan yang terselip di gigi kamu. Kalau itu daging, saya berikan obat paten, tetapi kalau hanya sisa ikan asin, terpaksa saya berikan obat generik saja.”

Tanda Lingkaran pada Kemasan Obat

Seringkali kita tidak tahu kenapa obat yang satu bisa kita beli dengan bebas di apotek, sementara obat yang lain harus dengan resep dokter. Mengapa bisa begitu?

Pada dasarnya semua golongan obat yang beredar di apotek memiliki golongan masing-masing. Ada golongan obat bebas, obat keras atau obat dengan resep dokter dan obat psikotropika.

Untuk mengenali golongan obat, maka dapat dilihat kemasannya. Berikut ini logo lingkaran pada kemasan obat yang menunjukkan golongan obat tersebut :

1. Lingkaran hitam dengan latar hijau


Obat-obatan ini termasuk obat bebas. Artinya dapat diperoleh tanpa resep dokter dan bisa dibeli di apotek, pedagang eceran, atau toko obat.

2. Lingkaran hitam dengan latar biru


Obat ini termasuk obat bebas terbatas. Artinya obat ini bisa diperoleh tanpa resep dokter dan dapat dibeli di apotek, pedagang eceran, atau toko obat, tapi harus memperhatikan aturan-aturan tertentu. Biasanya obat yang masuk dalam golongan ini disertai dengan peringatan yang diberi latar belakang hitam dengan tulisan :

P. No. 1 Awas! Obat keras, bacalah aturan pakainya!

P. No. 2 Awas! Obat keras. Hanya untuk dikumur, jangan ditelan

P. No. 3 Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar badan

P. No. 4 Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar

P. No. 5 Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan

P. No. 6 Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

3. Lingkaran hitam dengan latar berwarna merah dan huruf K berwarna hitam


Obat-obatan ini termasuk obat keras (obat daftar G). Tidak dijual bebas. Untuk memperolehnya harus dengan resep dokter dan memperhatikan aturan tertentu. Biasanya dengan tulisan besar yang berbunyi : Harus dengan resep dokter.

4. Lingkaran merah dengan latar putih dan tengahnya bergambar palang warna merah

Obat-obatan ini termauk jenis psikotropika. Memperolehnya harus dengan resep dokter. Termasuk jenis obat keras. Pihak apotek yang diberi hak menjual wajib melaporkan jumlah dan macamnya.

5. Lingkaran hitam bertuliskan jamu


Obat-obatan ini termasuk golongan jamu. Bisa diperoleh di took obat, warung, dan apotek.

Semoga bermanfaat

sumber : Media Kesehatan

Info Obat,Suplemen, dan Kosmetik yang dilarang

Disini akan saya post link download dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia tentang peringatan dan penarikan beberapa obat, jamu, suplemen, dan kosmetika yang dilarang, dicabut, atau tidak memiliki ijin edar.

Peringatan BPOM dan list obat tradisional

http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/PW_OT_SUP_MAK_BKO_JADI.pdf

Daftar obat kuat yang ditarik

http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/KH.00.01.43.5847.pdf

Daftar kosmetika yang terbukti berbahaya

http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/KH.00.01.432.6147.pdf

Daftar Jamu dan suplemen berbahaya yang ditarik

http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/KH.00.01.43.2773.pdf

Lagi..daftar kosmetika berbahaya

http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/Binder1.pdf

Semoga bermanfaat..

sumber : http://www.pom.go.id