Pemeriksaan I/T Ratio

Immature to Total neutrophil ratio (I/T ratio) adalah salah satu pemeriksaan, di samping darah lengkap dan CRP, yang dapat membantu diagnosis sepsis pada pasien bayi. Pemeriksaan ini seperti pemeriksaan apusan darah biasa, yaitu dengan membuat apusan darah dengan pengecatan Wright atau Giemsa yang kita baca hitung jenis per 100 leukositnya. Dalam 100 leukosit tersebut kita hitung berapa jumlah dari masing-masing jenis leukosit. Perhitungan I/T ratio didapat dari pembagian jumlah netrofil imatur oleh jumlah total seluruh bentuk netrofil.

Yang dimaksud dengan netrofil imatur disini adalah bentuk netrofil stab, metamielosit, dan mielosit, sedangkan jumlah total netrofil adalah keseluruhan jumlah dari semua bentuk netrofil baik yang imatur dengan segmen. Adanya peningkatan I/T ratio secara tidak langsung menunjukkan adanya shift to the left dari sebaran hitung jenis leukosit.

 

I/T ratio = (stab+metamielosit+mielosit) / (segmen+stab+metamielosit+mielosit)

 

Nilai normal dari I/T ratio adalah <0,2. Nilai di atas 0,2 menunjukkan kemungkinan adanya infeksi bakteri berat atau sepsis, tentunya ditunjang dengan pemeriksaan yang lain baik itu pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan laboratorium yang lain.

 

Semoga bermanfaat.

Sumber: Management of Neonates With Suspected or Proven Early-Onset Bacterial Sepsis; Diagnostic Value of C-Reactive Protein and Other Hematological Parameters in Neonatal Sepsis

Neutrofil dengan Granulasi Toksik Menandakan Infeksi

Selain perubahan dari segi kuantitas atau jumlah, perubahan morfologi dari leukosit juga perlu diperhatikan. Salah satu perubahan morfologi yang cukup sering ditemui adalah granulasi toksik dari neutrofil.

Granulasi toksik (Greer et al., 2009)

Kita lihat dari gambar di atas, granulasi toksik merupakan granula sitoplasma dari neutrofil yang berwarna biru gelap atau ungu pada tahap metamielosit, stab, atau segmen. Seringkali granulasi toksik ini ditemukan pada pasien dengan infeksi yang berat. Coba kita bandingkan dengan neutrofil pada orang sehat di bawah ini.

Neutrofil normal (Greer at al., 2009)

 Contohnya pada neutrofil yang saya temui pada salah satu pasien yang mengalami peningkatan jumlah leukosit dengan jumlah neutrofil sekitar 85%. Setelah dibuat hapusan darah tepi, banyak sekali ditemukan neutrofil dengan granula toksik. Kemudian di crosscheck dengan kondisi pasien, ternyata pasien memang sedang dalam keadaan sepsis.

Granulasi toksik pada pasien sepsis

Pada pasien ini, selain ditemukan granulasi toksik, juga ditemukan vakuolisasi sitoplasma. Adanya vakuolisasi sitoplasma ini dikatakan spesifik terhadap terjadinya infeksi, dan jika ditemukan bersama dengan toksik granulasi lebih mengarah kepada terjadinya infeksi sistemik.

Granulasi toksik dengan vakuolisasi sitoplasma

Semoga bermanfaat.

Sumber: Henry’s Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods 21st ed.