Foto-foto yang dapat ditemukan di Urinalisis

Eritrosit

Leukosit dan Silinder leukosit

Silinder hyalin

Silinder eritrosit

Kristal Ca Oxalat

Kristal asam urat

Kristal asam urat

Kristal triple phosphat

Kristal kalsium fosfat

Kristal triple fosfat

Bakteri

Trichomonas

Pengambilan Bahan Urine

Suatu cairan dinyatakan sebagai urine apabila kadar ureum yang tinggi melebihi 1 g/dl dan kadar creatinine lebih dari 50 mg/dl.

Terdapat beberapa jenis sample urine :

1. Urine sewaktu

Sesuai namanya, urine diambil kapan saja tidak ada ketentuan khusus. Keuntungannya cukup baik dilakukan pada saat penderita datang dan dapat dilakukan pada kondisi emergency. Kelemahannya adalah tidak mencerminkan kondisi dalam satu hari.

2. Urine pagi

Urine yang dikeluarkan pertama kali saat bangun tidur. Urine ini lebih pekat sehingga baik untuk pemeriksaan berat jenis, sedimen, protein dan tes kehamilan (HCG)

3. Urine postprandial

Urine dikeluarkan sekitar 1,5-3 jam setelah Anda makan. Pemeriksaan ini berguna terutama bagi penderita DM untuk pemeriksaan skrining adanya glukosuria. Kelemahannya adalah ketepatan waktu dalam pengambilan urine.

4. Urine 24 jam

Urine yang dikumpulkan selama satu hari penuh. Urine yang dikeluarkan selama satu hari, contohnya dari jam 8 pagi sampai jam 8 pagi hari berikutnya, ditampung untuk dilakukan pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan kondisi Anda selama satu hari. Kelemahannya adalah kesulitan dalam pengumpulan bahan.

5. Urine 3 gelas

Pengambilannya ditampung dalam 3 gelas tanpa menghentikan aliran urine. Sebelumnya Anda tidak boleh berkemih dulu. Pemeriksaan ini dapat menggambarkan keadaan masing-masing saluran  kencing, namun memiliki kelemahan dalam ketepatan pengumpulan bahan pada masing-masing gelas.

Wadah untuk pengambilan bahan urine harus bersih dan kering; bahan terbaik dari gelas,bermulut lebar bertutup rapat, disposibel dari plastik; diberi label; dan tidak perlu steril (kecuali pemeriksaan bakteriologi).

Setelah dilakukan pengumpulan bahan urine, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan, karena apabila terlalu lama akan terjadi perubahan pada komposisi zat dan hasil yang keluar, sebagian di antaranya adalah pertumbuhan bakteri meningkat, kadar glukosa menurun, pH menjadi alkalis, dekomposisi silinder, lisisnya eritrosit, urine menjadi makin keruh, perubahan warna dan bau, dan nitrit menjadi positif.

Semoga bermanfaat..

Urinalisis Secara Umum

Urinalisis adalah pemeriksaan urine (air seni) untuk mendeteksi dan mengukur berbagai macam zat yang keluar melalui urin. Bentuknya bisa berupa urinalisis rutin (wet urinalysis), urinalisis khusus (sitologi), atau reagen dipstick.

Pada urinalisis rutin terdapat beberapa pemeriksaan :

  1. Evaluasi spesimen
  2. Pemeriksaan makroskopik
  3. Pemeriksaan konvensional
  4. Pemeriksaan kimia stick
  5. Pemeriksaan mikroskopik

Komposisi normal urine secara umum adalah :

– Kimiawi :

  • Ureum > 1000 mg/dl  (35Xserum)
  • Kreatinin > 50 mg/dl ( 70Xserum)
  • NaCl
  • As. Urat
  • Sedikit : Protein, Fosfat,  Sitrat

– Seluler:  Sedikit  Eri, Leko, Epitel,Silinder fisiologis, Kristal

Sedangkan urinalisis sitologi adalah pemeriksaan urine untuk adanya sel kanker pada ginjal dan pada saluran kencing. Pemeriksaan ini berguna sebagai skrining pada orang yang beresiko besar terkena kanker dan sebagai follow up setelah dilakukan pembedahan tumor ginjal.

Terakhir, reagen dipstick merupakan pemeriksaan urine skrining dengan menggunakan semacam kertas kecil yang akan berubah warna bila terkena zat yang terkandung dalam urin.

semoga bermanfaat..